Irene Handono,mantan penganut kristiani yang memilih memeluk Islam dan menjadi ustadzah
sharia.co.id – Seluruh Nabi
agamanya adalah Islam. Mulai dari Nabi Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan
terakhir Nabi Muhammad. Agama Kristen lahir karena pengaruh besar
Paulus yang mengotak-atik ajaran Nabi Isa as (Yesus).
Setelah peristiwa penyaliban, berbeda-beda pendapat tentang kondisi
Yesus (Isa as). Ada yang menganggapnya mati di tiang salib. Keyakinan
ini yang diinginkan oleh rabi-rabi Yahudi dan umatnya yang menolak
Yesus. Dan ada pula yang berpendapat bahwa Yesus (Isa as) belum
meninggal, tapi Allah telah menyelamat-kannya seperti yang di katakan
dalam Alquran, surah An-Nisa : 157.Seperti apa perkembangan umat
sepeninggal Yesus (Isa as), lihat berikut ini:
Yahudi Terbelah
Umat Yahudi terbagi atas tiga golongan. Pertama, orang Yahudi yang
meyakini kebenaran misi Yesus dan kemudian menjadi pengikut Yesus.
Mereka ini disebut sebagai Nasrani dan di antara mereka ada murid-murid
yang setia yang disebut dalam Alquran sebagai Hawariyyun (QS As-Shaff :
14). Dalam tulisan-tulisan ahli sejarah, golongan ini disebut sebagai
Yudeo-Christianity/Yahudi-Kristen.
Kedua, orang Yahudi yang memusuhi Yesus dan pengikutnya. Mereka ini
pengikut rabi-rabi Yahudi. Merekalah yang ketika Pilatus memberikan
pilihan antara Yesus dan Barabas, maka mereka lebih memilih Barabas
untuk dibebaskan ketimbang Yesus.
Matius 27:21-22
Wali negeri menjawab dan berkata kepada mereka: “Siapa di antara kedua
orang itu yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu?” Kata mereka:
“Barabas.” Kata Pilatus kepada mereka: “Jika begitu, apakah yang harus
kuperbuat dengan Yesus, yang disebut Kristus?” Mereka semua berseru: “Ia
harus disalibkan!”
Ketiga, orang yang bukan bangsa Israel dan mereka juga tidak menganut
agama Yahudi. Mereka ini disebut dengan Goy-yim/Gentile. Umumnya kaum
ini berasal dari Romawi dan daerah lain. Mereka memuja berhala atau
banyak tuhan sehingga disebut kaum pagan.
Jati Diri Paulus
Dalam perkembangannya muncul seorang bernama Paulus. Dialah yang
mengubah keyakinan yang dibawa Yesus dengan wajah baru yang sama sekali
berbeda dengan keyakinan aslinya. Ironis-nya keyakinan inilah yang
diikuti hingga detik ini oleh umat Kristen sedunia.
Nama aslinya adalah Saul, lahir di Tarsus (Turki) kira-kira 2 tahun
sebelum Masehi. Karena Yesus lahir kira-kira tahun 6 SM, maka Paulus
kira-kira berusia 8 tahun lebih muda daripada Yesus. Ayah Paulus berasal
dari Suku Benyamin salah satu suku dari 12 suku Bani Israel.
Saat itu di kota Tarsus terdapat sebuah perguruan Yunani, sejum-lah
kuil dewa-dewi, gedung komedi, dan tempat-tempat hiburan lainnya yang
sangat digemari oleh orang-orang Yunani. Sejak muda Paulus sangat
tertarik pada kebuda-yaan Yunani terutama filsafatnya. Pada dirinya
terkumpul dua pengaruh, hukum Taurat dan filsafat Yunani.
Sinkretisme
Secara formal Paulus juga berguru pada Gamalil, seorang ulama Yahudi
yang amat terkenal di Yerusalem. Persinggungan pengaruh filsafat Yunani
terhadap agama Yahudi di masa itu adalah hal yang umum.
Aliran filsafat Yunani yang amat berpe-ngaruh ketika itu adalah
aliran Stoa yang pantheistik menganggap Tuhan dan makh-luk merupakan
suatu kesatuan yang sama zatnya dan hanya berbeda dalam peng-lihatan
bentuk. Pencampuran antara ajaran filsafat Stoa dengan ajaran agama
Yahudi terdapat pada filosof Yahudi Philo.
Ia menganggap Logos dari Stoa sebagai semacam malaikat yang tertinggi
alias Roh Kudus. Philo hidup semasa dengan kehi-dupan Yesus dan Paulus.
Paulus bukanlah orang Betlehem (kota kelahiran Yesus) atau orang
sekte Naza-rene/Nazorite dan bukan pula orang Yeru-salem. Ia tidak
pernah berhubungan dengan lingkungan Yesus. Dia bukanlah murid Yesus,
juga bukan pula pengikutnya.
Malah bibel sendiri mencatat Paulus merupakan musuh pengikut-pengikut
Yesus dan ia bertindak sangat kejam sekali kepada mereka. Paulus hingga
matinya tidak pernah menikah karena kondisi fisiknya yang tidak
memungkinkan.
Menyusup
Paulus menyatakan diri sebagai Rasul Yesus. Dia menemui para murid
Yesus, mengetahui kelebihan, kelemahan dan kekuatan pengaruhnya. Dia
memulai rencananya dengan menyebarkan ajarannya kepada orang-orang non
Yahudi.
Karena merasa mendapat kemajuan, dia mencurah-kan seluruh
kemampuannya dan berhasil mendapatkan pengikut dalam jumlah besar. Ia
memasukkan ide-ide filsafat Yunani ke dalam ajaran Yesus yang
didapatkannya dari murid Yesus.
Ajaran Yesus (Isa as) adalah khusus hanya untuk bani Israel, hal ini disebutkan dalam Alquran,
Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: “Hai Bani Israel,
sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membe-narkan kitab
sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datang-nya)
seorang Rasul yang akan datang sesu-dahku, yang namanya Ahmad
(Muhammad).” Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa
bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata.”
(Qs. As-Shaff :6)
Dan juga dalam Bibel disebutkan dengan jelas sekali bahwa misi Yesus hanya untuk bani Israel.
Matius 10:5-6
Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka:
“Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota
orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari
umat Israel.
Kebudayaan Yunani sangat berpengaruh luas di masyara-kat tanah Yudea
kala itu, yang sekarang Palestina. Masuknya kebudayaan dibawa penjajah
Romawi. Selain menjajah, merampok harta rakyat dan kekayaan alam, mereka
juga menyebarkan ideologi mereka ke masyarakat Yahudi yakni Pantheisme.
Kalau kita pernah menonton film serial Hercules, di sanalah gambaran
tentang ajaran Pantheisme. Ajaran yang menyembah pada banyak tuhan. Ada
yang disebut dengan Zeus, tuhan tertinggi, bapak semua tuhan. Ada Hera,
istri Zeus, Ares tuhan perang, Aprodite tuhan kecantikan, dan masih
banyak yang lain.
Yang menarik di sini, Zeus mengawini perempuan bumi dan melahirkan
seorang anak laki-laki yang super kuat yang diberi nama Hercules. Dan
dia dianggap sebagai penyelamat umat manusia.
Mengapa disebut menarik, sosok pribadi Hercules ini sangat mirip
dengan Yesus yang juga dianggap sebagai penyelamat umat manusia. Memang
keda-tangan Yesus (Isa as) adalah untuk menye-lamatkan umat manusia tapi
bukan sebagai tuhan yang hidup di tengah manusia seperti halnya
Hercules.
Nabi Isa as hanyalah seorang manusia, utusan Allah, seorang nabi, seorang penunjuk jalan pada kebenaran yang diridhai Allah SWT.
Nah ajaran yang salah ini, bahwa Yesus adalah tuhan seperti halnya
Hercules, justru disebarluaskan oleh Paulus. Ajaran Yesus adalah
menyembah pada tuhan yang satu, tauhid. Sedangkan ajaran Paulus adalah
bentuk turunan dari ajaran Pantheisme. Paulus mengajarkan trinitas, tiga
tuhan yakni bahwa ada Tuhan Bapak, Tuhan Anak dan tuhan Roh kudus.
Berikut adalah bagaimana sesungguhnya perbedaan ajaran Paulus dan Yesus.
10 pokok beda ajaran Yesus dan Paulus :
1. Ajaran Yesus: Yesus adalah utusan Tuhan (Yesus tidak pernah meminta disembah/dituhankan).
Jawab Yesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” (Matius 15:24)
Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau,
satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah
Engkau utus. (Yohanes 17:3), (Yohanes 11:42)
Aku (Yesus) berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah
lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia
yang mengutusnya….Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa
menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima
Aku, ia menerima Dia (Bapa) yang mengutus Aku. (Yohanes 13:16,20)
Kamu telah mendengar, bahwa Aku (Yesus) telah berkata kepadamu: Aku
pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku,
kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa
lebih besar dari pada Aku. (Yohanes 14:28)
Ajaran Paulus: Yesus adalah tuhan.
Namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari
pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu
Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah
dijadikan dan yang karena Dia kita hidup. (1 Korintus 8:6)
Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah tuhan, dan
percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara
orang mati, maka kamu akan diselamatkan. (Roma 10:9)
Paulus berusaha mendoktrin orang lain bahwa hanya dengan meyakini
Yesus sebagai Tuhan dan percaya Yesus telah bangkit dari antara orang
mati, maka ia akan diselamatkan. Dalam ajaran Paulus/Kristen, Yesus
lebih dipromosikan sebagai Tuhan ketimbang dengan Tuhan Allah/Bapa.
Bandingkan dengan pernyataan-pernyataan Yesus yang lebih menonjolkan
Allah/Bapa sebagai Tuhan Yang Esa.
2. Ajaran Yesus : Tidak membatalkan hukum Taurat, justru meneruskan hukum Taurat.
“Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku (Yesus) datang untuk meniadakan
hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya,
melainkan untuk menggenapinya. (Matius 5:17)
Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit
dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari
hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. (Matius 5:18)
Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat
sekali-pun yang paling kecil, dan mengajar-kannya demikian kepada orang
lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan
Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala
perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di
dalam Kerajaan Sorga. (Matius 5:19), (Matius 5:20)
Hukum Taurat merupakan bagian dari ajaran Yesus yang wajib dilaksanakan oleh umatnya.
Ajaran Paulus: Kristen mengutuk hukum Taurat.
Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan
hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab
itu kami-pun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan
oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum
Taurat. Sebab: “tidak ada seorangpun yang dibenarkan” oleh karena
melakukan hukum Taurat. (Galatia 2:16), (Galatia 3:24-25), (Galatia
5:4), (Roma 3:27-28) dan (Efesus 2:15).
3. Ajaran Yesus: Laki-laki harus Khitan.
Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama
Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung
ibu-Nya. (Lukas 2:21)
Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku
dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus
disunat; haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda
perjanjian antara Aku dan kamu. (Kejadian 17:10-11)
Anak yang berumur delapan hari haruslah disunat, yakni setiap
laki-laki di antara kamu, turun-temurun: baik yang lahir di rumahmu,
maupun yang dibeli dengan uang dari salah seorang asing, tetapi tidak
termasuk keturunanmu. (Kejadian 17:12), (Kejadian 17:13), (Kejadian
17:14), (Kejadian 21:4)
Ajaran Paulus : Kristen tidak mewajibkan Khitan.
Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau
tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja
oleh kasih. (Galatia 5:6)
Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak penting. Yang penting ialah mentaati hukum-hukum Allah. (1 Korintus 7:19)
4. Ajaran Yesus: Tidak ada dosa waris.
Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka:
“Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi
mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan
Allah. (Markus 10:14)
Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut
menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung
kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan
kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya. (Yehezkiel 18:20)
Ajaran Paulus: Setiap orang mewarisi dosa Adam
Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang
(Adam), dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar
kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa. (Roma 5:12)
NB: Oleh karena dosa warisan dari Adam tersebut, menurut Paulus, disalibnya Yesus konon untuk menebus dosa-dosa manusia.
5. Ajaran Yesus: Berpuasa, berwudlu, mengajarkan sujud serta berdoa ketika sedang sujud.
Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, (Matius 6:17)
Musa dan Harun serta anak-anaknya membasuh tangan dan kaki mereka dengan
air dari dalamnya. Apabila mereka masuk ke dalam Kemah Pertemuan dan
apabila mereka datang mendekat kepada mezbah itu, maka mereka membasuh
kaki dan tangan–seperti yang diperintahkan Tuhan kepada Musa. (Keluaran
40:31-32)
Maka Ia (Yesus) maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya
Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku,
tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang
Engkau kehendaki.” (Matius 26:39), (Bilangan 20:6), (Kejadian 17:2-3)
Ajaran Paulus: bernyanyi di gereja.
Dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung
puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan
dengan segenap hati. (Efesus 5:19)
Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara
kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang
akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan
nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.
(Kolose 3:16)
6. Ajaran Yesus : Melarang hidup mewah di dunia.
“Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat
merusakkannya dan pencuri membong-kar serta mencurinya.Tetapi
kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak
merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. (Matius
6:19-20).
Ajaran Paulus : Tidak ada larangan hidup mewah dalam ajaran Kristen
“Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia
bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya
sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang
berkekurangan.” (Efesus 4:28)
7. Ajaran Yesus : Meninggal dunia dibungkus kain kafan.
Dan Yusufpun mengambil mayat itu, mengafaninya dengan kain lenan yang putih bersih, (Matius 27:59)
Mereka mengambil mayat Yesus, mengafaninya dengan kain lenan dan
membubuhinya dengan rempah-rempah menurut adat orang Yahudi bila
menguburkan mayat. (Yohanes 19:40)
Ajaran Paulus : meninggal dunia diberi pakaian rapi dan dibungkus peti mati.
Misalnya, meninggalnya Paus Yoha-nes Paulus II, penyanyi Broery
Marantika, dan mantan Menko Ekuin Radius Prawiro. Ketiganya diberi
pakaian rapi dan dibungkus peti mati sebelum dikubur.
8. Ajaran Yesus : Tidak membatalkan hukum rajam.
Musa dalam hukum Taurat memerin-tahkan kita untuk melempari
perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu (Yesus) tentang
hal itu?” (Yohanes 8:5)
Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya (Yesus), Iapun
bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: “Barangsiapa di antara kamu
tidak ber-dosa, hendaklah ia yang pertama melem-parkan batu kepada
perempuan itu.” (Yohanes 8:7).
Ajaran Paulus : Tidak ada hukum rajam dalam ajaran Kristen. Ajaran
Kristen menolak hukum rajam, karena ia adalah bagian dari hukum Taurat.
Lihat kembali pernyataan Paulus dalam Galatia 2:16 (butir 2 di atas).
9. Ajaran Yesus : Menerapkah hukum Qisash
Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. (Matius 5:38)
mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan, kaki ganti kaki (Keluaran 21:24)
patah ganti patah, mata ganti mata, gigi ganti gigi; seperti dibuatnya
orang lain bercacat, begitulah harus dibuat kepadanya. (Imamat 24:20)
Janganlah engkau merasa sayang kepadanya, sebab berlaku: nyawa ganti
nyawa, mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan, kaki ganti
kaki.” (Ulangan 19:21)
Ajaran Paulus : Membatalkan hukum Qisash, menjerumuskan dalam perbudakan.
Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat
jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah
juga kepadanya pipi kirimu. Dan kepada orang yang hendak mengadukan
engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu. Dan siapa pun
yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia
sejauh dua mil. Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah
menolak orang yang mau meminjam dari padamu. (Matius 5:39-42)
10. Yesus tidak membuat agama baru.
Lihat kembali pernyataan Yesus dalam Matius 5:17-20 (Butir 2 di atas).
Namun, Kristen adalah agama baru yang lahir setelah usaha penyaliban
Yesus. Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya,
sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk
pertama kalinya disebut Kristen. (Kisah Para Rasul 11:26).
Nah, maka makin jelaslah. Umat Kristen saat ini adalah bukan penganut Yesus, tapi Paulus.(Irena Handono/VOA/iz)