Sunday, 5 July 2015

BLACK CODE,variant baru batu akik

Batu akik Kali code Black codeBlack Code atau Blak Kode bakal menjadi salah satu batu akik yang akan menjadi primadona bagi para pencinta batu mulia.Kali ini sumbernya berasal dari Jogjakarta yaitu dari Sungai Code.Nama Black Code deberi nama sesuai tempat ditemukannya batu tersebut yaitu Sungai Code. Batu ini berwarna hitam mengkilat seperti kristal. Namun, tidak seperti batu akik lainnya, batu ini tidak tembus cahaya.Menurut penuturan salah seorang penemunya bernama Mas Slamet Jumiarto kepada wartawan di sela pameran Batu Jogja Istimewa di Jalan Ipda Tut Harsono Yogyakarta. Lebih lanjut dituturkan oleh Mas Slamet yang sehari harinya bekerja sebagai pelukis ini, yang juga tinggal di sekitar Kali Code, tepatnya di Brontokusuman Yogyakarta tersebut ,tanpa sengaja dia menemukan jenis baru batu akik asli dari kali tersebut. Akik hasil temuannya lantas dinamai Black Code.Menurutnya, batu-batu itu tidak sengaja ditemukan di Sungai Code pada tahun lalu. Setelah menemukan batu tersebut, dia menawarkannya melalui akun media sosial Facebook. “Ternyata, batu tersebut langsung laku dengan harga yang cukup tinggi. Bahkan, permintaan semakin banyak,” katanya.Hal ini membuatnya semakin bersemangat untuk mencari batu tersebut di Sungai Code, dan memeriksakan batu temuannya di laboratorium. Hasilnya, batu berwarna hitam pekat itu merupakan jenis batu hematite. Batu Black code ini merupakan pecahan kecil batu yang terjadi dari proses alam, yaitu erupsi Gunung Merapi tersebut cukup tinggi. Saat ini pecahan kecil ini dihargai dengan harga Rp 5 juta bahkan potongan besar mencapai harga Rp 30 juta.. Diperkirakan pada masa mendatang banyak orang beramai-ramai mencari batu tersebut di Sungai Code. Namun Tidak semua orang tahu bagaimana batu yang bagus dan memiliki nilai jual tinggi Pada saat Pameran Gemstone di Jogjakarta,batu Kali Code ini mendapat apresiasi dari Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti yang membuka pameran batu akik tersebut. Mengenai batu akik “Black Code “ ini beliau mengatakan bahwa batu ini harus ada pembuktian laboratoriumnya terlebih dahulu. Jika memang sudah ada pembuktiannya dan benar, maka bisa diberi sertifikat.Ia pun meminta masyarakat tetap bersikap rasional terhadap tren batu akik dan tidak menjadikan batu akik sebagai batu bertuah.